Lewati ke konten utama
Pertanyaan
Entrepreneur
Girl We Can
Moderator
Bertanya 5 bulan yang lalu

Menurut kamu zaman sekarang ini penting gak sih untuk punya kartu kredit?

Punya pertanyaan seputar karir, bisnis, jurusan kuliah, tips merawat diri, dan problema kehidupan lainnya, Beb? Lemparkan pertanyaanmu di sini, dan mungkin pertanyaanmu akan dijawab oleh para perempuan hebat lainnya yang punya pengalaman serupa!

Hi....

Aku sih dari jaman dulu sampe sekarang ga pernah yang namanya pake kartu kredit. Ga tau ya, berasa takut aja gitu, serem lebih tepatnya. 

Buat aku kartu kredit kayak mengucapkan "Selamat datang hutang..." hehehe. Menurut aku kartu kredit mayoritas membawa masalah terhadap finansial, merusak semua pos anggaran yang sudah diatur. Apalagi kalau kita termasuk orang yang tidak nyaman sama hutang yang akhirnya jadi beban tanggungan. Selain itu, memiliki kartu kredit mengundang kita untuk menjadi lebih konsumtif dan akhirnya jadi boros.

Mayoritas beberapa orang memilih memiliki kartu kredit adalah dukungan untuk gaya hidup. Misalnya buat belanja supaya dapat bayar lebih murah karena cicilan nol persen, atau travelling supaya dapat promo tiket dan penginapan yang murah. Namun, jika sekiranya kalau kita mampu memenuhi gaya hidup tanpa kartu kredit ga perlu juga memaksakan diri memiliki kartu kredit. 

Hati-hati juga untuk memutuskan memiliki kartu kredit. Soalnya kartu kredit ini kan pembayaran yang non tunai yang sistemnya berhutang. Kalau kita tidak bijak dalam menggunakan kartu kredit dan juga ceroboh dalam pembayaran tagihan, ini bisa jadi membuka penyakit parah dalam keuangan. 

Ini juga pertimbangan untuk yang tidak memiliki penghasilan rutin, karena pihak bank tetap akan menagihkan pembayaran pada masa jatuh tempo. Jadi mendingan tidak perlu memiliki kartu kredit. Lebih baik menabung dan mulai berinvestasi. :)

 

Halooo

Kalau buat aku enggak sih malah menurutku kartu kredit itu hutang yang paling jahat. Soalnya banyak banget promo promo yang ditawarkan dengan pembayaran melalui kartu kredit yang menggiurkan dan mengundang kita untuk berbelanja. Dengan membayar menggunakan kartu kredit seolah olah memberikan ilusi kepada pengguna bahwa ia bisa membeli barang apapun. Padahal sebenarnya ya itu kan hutang ya. 

Apalagi buat aku yang suka kepengen barang ini dan itu wah bisa kalap banget kalau pakai kartu kredit. Iya sih memang ada limitnya. Tapi kan tetap aja ya namanya manusia pasti suka kalap dan ujung ujungnya karena perilaku yang sangat amat konsumtif jadilah hutang kartu kredit menumpuk. Kalau telat bayar bisa kena pinalti dan membuat hutang semakin banyak. Nggak enak kan ya hidup dengan bayang bayang hutang hanya demi memuaskan nafsu belanja dan mungkin untuk beberapa orang juga menggunakan kartu kredit karena tuntutan gaya hidup. Wah kalau menurutku sih udah nggak sehat sih finansial yang seperti itu. 

Kalau aku lebih memilih nabung daripada hutang. Gak papa deh beli barang A nya nanti nanti aja biar nabung dulu. Daripada dibeli sekarang pakai kartu kredit senengnya cuma sebentar aja habis itu kepikiran lagi periode depan harus dibayar itu hutangnya. Apalagi kalau pake kartu kredit suka nambah nambah lagi belanjaanya karena merasa bisa beli semuanya padahal mah hutang sama bank hiii serem :( 

 

Kartu kredit? Duh, kayaknya sampai saat ini aku masih belum tahu yang namanya kartu kredit. hehehe.. Bukan karena gak tahu sama sekali tentang kemudahan ini, tapi lebih karena gak pernah punya sampai saat ini dan gak pernah ingin apply buat memilikinya sampai kini. Jadi bagiku gak penting sih.

Kalau menurutku sih, kartu kredit itu seperti membuat kita terbuai dengan fitur yang diberikan. Gimana tidak, dengan gunakan kartu satu ini, kamu bisa gunakan untuk berbagai pengeluaran apapun dengan mudah, tinggal gesek aja. Semua pengeluaran itu akan ditagihkan nanti ke kamu dan tiap kartu kredit itu punya limit masing2.

Credit foto: freepik
Credit foto: freepik

Nah, semua pengeluaran itu seperti hutang buatmu di tiap bulan. Ya, mungkin bisa jadi sebagian orang menggunakannya dengan tujuan memilah antara kebutuhan untuk pengeluaran dengan debit. Tapi itu sih lebih pas buat mereka dengan penghasilan besar. Tapi gak sedikit juga yang penghasilan menengah atau yang kurang stabil berani ambil resiko pakai kartu kredit dengan iming2 beragam kemudahan, promo, dan cicilan nol persennya. Jadi ini lebih ke upaya tampil dengan gaya hedon.

Mungkin itu dulu ya.. tapi kalau sekarang sepertinya kemudahan kartu kredit bisa tersaingi dengan adanya banyak pilihan dompet digital yang tak kalah fitur menariknya di era serba digital. Jadi bisa jadi, penggunaan kartu kredit ini perlahan tergeser. Meski begitu, bagi sebagian orang kartu kredit itu dirasa sudah kebutuhan. Terpenting, penggunaan kartu kredit ini harus hati2 ya, karena tagihan yang membengkak di belakang justru akan membuat finansialmu berbahaya jika terus terjadi.

Jaman sekarang kayaknya banyak yang menganggap punya kartu kredit itu suatu keharusan, terutama di kota besar ya. Tapi kalau menurutku, penting atau nggak nya punya kartu kredit tuh dilihat dari kemampuan masing-masing individu.

Maksudnya begini, kalau orang yang pengin punya kartu kredit karena biar dianggap keren sementara dia termasuk tipe orang yang suka belanja, ya kartu kredit bukan solusinya. Tapi kalau seseorang bisa mengontrol keuangannya dan bisa menjadikan kartu kredit sebagai dana talangan untuk keadaan yang benar-benar darurat, ya nggak masalah sih.

Contoh kasus deh ya, si A kehilangan handphone saat pulang kerja. Padahal handphone salah satu alat komunikasi yang penting yang menunjang pekerjaannya. Saat itu dia tidak punya dana darurat yang bisa digunakan untuk membeli handphone baru. Sementara ia harus mengganti handphone yang hilang. Karena punya kartu kredit, dia pakai kartu kredit dulu. Dia membayar dengan menyicil setelah dia menerima gaji.

Bagiku itu kasus yang memang darurat sih ya. Dan tentunya harus diperhitungkan kemampuan membayar cicilan juga. Jangan sampai termakan trend dengan handphone yang mahal hingga menghabiskan limit kartu kredit tetapi tidak mampu membayar cicilan.

Banyak cerita tentang keinginan manusia yang tak pernah terpuaskan sehingga terjebak dengan hutang kartu kredit hingga dikejar debt collector. Cerita seperti itu sangat menyeramkan dan pasti membuat orang yang ingin mengajukan kartu kredit berfikir ulang. Jadi perlu dipertimbangkan lagi antara kebutuhan, kemampuan dan keinginan masing-masing individu sebelum menentukan perlu atau tidak nya memiliki kartu kredit.

 

Aku pribadi sampai detik ini, ga punya kartu kredit dan sama sekali belum ada keinginan untuk buat kartu kredit. Bagi ku sendiri kartu kredit itu sama seperti mengajarkan kita untuk memiliki hutang dan banyak banget dampak yang bisa ditimbulkan. Dengan adanya kartu kredit kita bisa terbiasa untuk lebih konsumtif dan berpikir bahwa 'ah bayarnya nyicil kok tiap bulan, jadi lebih ringan' padahal barang tsb belum tentu kita butuhkan, dan secara akumulasi bahkan jumlahnya termasuk besar dan seharusnya bisa kita tabung atau gunakan untuk keperluan lain. Namun hanya dengan adanya pikiran-pikiran tsb, menganggap cicilan ringan jadi terbiasa untuk lebih konsumtif.

Belum lagi ada iming-iming promo cicilan 0% yang membuat orang-orang tergiur buat nyicil barang ini dan itu, padahal belum tentu mereka butuhkan, hal ini yang bikin kartu kredit itu sebenarnya hutang konsumtif yang paling jahat karena kadang secara sadar kita menganggap normal hal-hal kecil seperti itu.

Namun juga ada orang yang beranggapan bahwa kartu kredit hanya sebagai alat atau metode pembayaran, dimana sebenarnya mereka telah menyisihkan uang dalam jumlah yang sama terlebih dahulu untuk membeli keperluan pribadi lalu membayarnya secara mengangsur.

Nah hal-hal seperti ini sebenarnya balik lagi ke pribadi masing-masing. Kalo saya pribadi, penggunaan kartu kredit bukanlah hal yang penting, dan lebih tertarik membeli sesuatu secara cash setelah kita memiliki dana yang cukup untuk membeli keperluan tsb.

Tergantung orangnya sih, tapi aku sebagai orang yg menganut paham minimalis akan berkata ga penting

Karena apa? kehadiran kartu kredit justru akan semakin membuat kita konsumtif. Kita akan semudah mengiyakan segala keinginan, bukannya kebutuhan. Kalau kita punya kartu kredit mungkin aja tanpa perlu berpikir 2x kita akan langsung mengambil barang itu dan membawanya ke kasir. Beda lagi kalo kita bawa uangnya pas-pasan, pasti akan memilah mana yang benar-benar kebutuhan dan sekadar keinginan. 

Belum lagi soal bunga. Duh, pokoknya, keberadaan kartu kredit akan meningkatkan pengeluaran kita, terutama untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. So, be wise!

Menurut kamu zaman sekarang ini penting gak sih untuk punya kartu kredit?
dailysocial.co.id10
Isvi Mega Kurnia
Product Marketing Executive and Freelancer

Hmm... 

Menurutku, kalau nggak butuh-butuh banget, sebaiknya jangan, deh. Apalagi kalau hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier, atau hanya memenuhi gengsi semata. Karena bunganya juga lumayan meski diklaim 0%, dan ada beberapa kartu kredit yang mengharuskan nasabahnya untuk menggunakan setiap bulan, dengan minimal spend.  Memang barangnya akan lebih mudah dan lebih cepat terbeli, namun bayar angsurannya yang bikin capek. Daripada stress tiap bulan mikirin angsuran, mending jangan deh, hehehe.

Tapi kalau memang untuk memenuhi kebutuhan primer, nggak papa. Asal bener-bener berkomitmen untuk segera menyelesaikan angsurannya dan hanya digunakan untuk hal-hal yang penting.

Kalau ditanya soal penting atau nggak, kayaknya balik lagi ke orangnya dan keperluan mereka masing-masing. Nggak bisa pukul rata juga, karena kebutuhan tiap orang berbeda. Kalau aku sendiri emang punya satu kartu kredit dengan limit yang nggak besar. Tujuannya lebih ke buat kalau ada kebutuhan mendadak di pertengahan bulan karena aku nggak ada emergency fund (hiks my bad). Selama punya kartu kredit ini, aku nggak pernah pake sampe limitnya habis, beneran buat kalau ada kebutuhan mendadak aja. Cuma kalau emang dirasa nggak akan butuh dan kamu selalu punya emergency fund sih sebaiknya nggak perlu buat kartu kredit. Terus kalaupun punya atau mau punya, saranku jangan yang limitnya melebihi salary perbulan dan pakai dengan bijak, ya! 🙂 

Hi beb,

 

Menurut aku penting ngga penting sih kartu kredit itu, balik lagi ke orangnya. aku sendiri punya kartu kredit, tapi jarang aku pakai, mau di nonaktifkan tapi masih ragu.

aku keep kartu kredit buat cari promo tiket pesawat, lumayan beb promonya :))

tapi aku ngga menyarankan sih untuk punya kartu kredit cuma untuk kebutuhan gaya hidup. kalau sudah ngga bisa kontrol pemakaian dan ngga mampu bayar kan yang repot diri sendiri, ngerepotin orang lain juga sih. kalau pun memang ingin punya, mungkin ada baiknya mengajukan limit yang tidak lebih dari pendapatan tiap bulannya, atau kita punya aturan sendiri kapan dan untuk apa kartu kredit tersebut.

sebetulnya semua kembali lagi ke masing-masing orang. kalau belum mampu, mungkin saranku lebih baik menabung atau investasi mungkin? 

tapi menghindari hutang lebih baik ya ngga sih?

Halo, beb. Aku sendiri termasuk ke golongan yang gak punya kartu kredit. Banyak pertimbangannya. Salah satunya ya, gak mau sampai kelilit hutang. Apalagi cuman buat menuhin gaya hidup yang sebenernya masih bisa kita atur pake uang tabungan. Emang si kadang kita bisa dapet potongan atau promo dari kartu kredit, tapi entahlah menurutku tetep kurang efektif. Belum lagi harus bayar cicilan tepat waktu. 

Aku lebih milih uangnya buat ditabung atau investasi daripada dipakai buat bayar tagihan kartu kredit haha. Lebih aman sama menguntungkan juga kayaknya.