Lewati ke konten utama
Anonim
Bertanya bulan lalu

Girls, usiaku saat ini memasuki 25 tahun ke atas, berat badan aku cukup besar dibanding teman-temanku, kadang aku suka malu dan buat ngumpul kalau cuma dijadiin ajang ledekan. Pacar aku mutusin karena malu sama porsi makanku nggak ke kontrol. Berat banget rasanya, saat teman-teman cuma ngejadiin aku bahan lawakan, pacar aku sendiri malah kabur juga. Huufft!! Gara2 peristiwa itu, aku kalau makan sekarang selalu dimuntahin lagi, aku pengin kurus dan nggak mau gemuk biar nggak diledekin mulu, sakit hati dengarnya. Aku nggak tahu harus bertumpu ke siapa, aku pernah di posisi sampai ngancurin kaca karena malu sekaligus sama bentuk wajahku sendiri. Aku juga jadi minder sendiri sama tubuh aku. Sampe ortuku khawatir dengan pola makanku yang makan terus dimuntahin lagi demi bisa ngelawan perkataan mereka yang ngebully aku. Apakah aku salah ngelakuin hal itu?

Punya pertanyaan seputar karir, bisnis, jurusan kuliah, tips merawat diri, dan problema kehidupan lainnya, Beb? Lemparkan pertanyaanmu di sini, dan mungkin pertanyaanmu akan dijawab oleh para perempuan hebat lainnya yang punya pengalaman serupa!

Hai, beb. Kurang lebih kita pernah merasakan hal yang sama. Ada kalanya punya berat badan plus memang bikin kita gak percaya diri. Tapi beb, kalau menurutku, kita bisa mulai belajar menerima diri sendiri terlebih dulu. Rasanya mungkin berat dan gak mudah. Aku sendiri juga butuh waktu untuk menerima kondisi tubuhku.

Kalau sekiranya udah berdamai dan menerima diri sendiri, usaha yang kita lakuin untuk diet, berolahraga, dan menurunkan berat badan bakalan gak akan membuat kita terasa berat. Justru ejekan dan cibiran yang kita terima, bakalan kita persepsi sebagai cambukan dan penyemangat untuk lebih sehat.

Untuk perilaku memuntahkan kembali makanan, sepanjang yang aku tahu termasuk eating disorder atau gangguan makan Bulimia nervosa, beb. Tentunya jika hal ini dibiarkan berlarut-larut tidak akan baik untuk kesehatan fisik dan mental untuk jangka panjang.

Kalau kamu merasa dari dalam diri sendiri masih sulit untuk mengendalikan, gak ada salahnya untuk konsultasi dengan dokter, ahli gizi, psikiater/ psikolog. Mungkin dengan konsultasi ke ahlinya mereka punya metode/ intervensi/ terapi yang sesuai untukmu. 

Semangat, beb. Yuk pelan-pelan kita atur rencana dan berprogres. Kita buktiin ke mereka bahwa kamu bisa.