Lewati ke konten utama
Dinny Amalia
Banker & Writer
Bertanya 3 bulan yang lalu

Di masa-masa pandemik seperti saat ini, ada ga sih yang merasa pengelolaan keuangan terganggu, mungkin karena beberapa kebutuhan baru yang mungkin sifatnya lebih mendesak atau justru pendapatan yang cenderung menurun (buat yang punya usaha misalnya)? Share yuk beb

Punya pertanyaan seputar karir, bisnis, jurusan kuliah, tips merawat diri, dan problema kehidupan lainnya, Beb? Lemparkan pertanyaanmu di sini, dan mungkin pertanyaanmu akan dijawab oleh para perempuan hebat lainnya yang punya pengalaman serupa!

Akuuuu 🥺 pendapatanku cenderung menurun karena semua event di kantor dibatalin, jadi sekarang beneran cuma terima gaji aja.

Belum lagi pengeluaran juga jadi tambah banyak karena harus stock makanan dan obat-obatan di rumah. Deg-degan sih soalnya nggak tau kapan situasinya akan membaik. 

Wah bebs jangan ditanya lagi, untuk aku yang punya usaha dibidang EO dan photo video, sudah pasti kebingungan. Seluruh event di bulan maret dan April postpone semua, dan tentunya ini berdampak sama keuangan di rumah juga yang lain. Pemasukan kita otomatis menurun, bahkan sebagian ada yang sedikit rugi karena cancel event karena kejadian/musibah tidak bisa kita kenakan pinalty. Dampak dari ini, pos-pos keuangan di rumah jadi agak sedikit kacau. Kalau untuk karyawan sudah aku rumahkan dari bulan 20 Maret  2020. Tapi, meskipun begitu kita juga masih mengerjakan beberapa pekerjaan online yang bisa sedikit membantu pemasukan. Meskipun jadi agak memusingkan cuma, demi kepulihan dunia dan Indonesia ini harus kita jalani, dan harus kita ikhlaskan. Inshaa Allah akan datang yang lebih baik dar masa sekarang.

Hadirrr sisterrr! Karna kondisi yang ada sekarang pengeluaran jadi ga karuan banget karna kudu nyetok makanan lebih dari biasanya. Bukan panic buying juga sih, cuma nyetok lebih dari biasanya aja. Ditambah lagi mulai bulan ini gaji dipotong karna kena musibah kehilangan laptop, lengkap sudah penderitaan ini. Gue bukan pengusaha sih, tapi gapapa kali ya kalo ikutan share disini. Tapi gue baca-baca sih lumayan banyak perusahaan yang pailit karna masa pandemik ini, terutama perusahaan start-up ya. Namanya juga start-up baru mulai, lagi banyak-banyaknya bakar duit buat modal eh malah ga keputer uangnya. Akhirnya ga ada hasilnya, kasian sih tapi semoga itu jadi ujian buat perusahaan-perusahaan di luar sana supaya tetap optimis kalau kesempatan itu selalu ada. :)

Pengelolaan keuanganku sih sedikit terganggu bukan karena pandemik sebenarnya. Lebih karena wabah ini menyerang Indonesia saat menjelang ramadhan dan lebaran. Biasanya setiap menjelang ramadhan, aku menjual mede dan coklat untuk persiapan lebaran.

Nah, disaat seperti ini aku harus merogoh kocek lebih dulu sebagai modal awal. Padahal, mungkin sebagian orang mengalami, aku harus membeli vitamin untuk diminum setiap hari dan membeli beberapa persediaan makanan serta jamu herbal kemasan.

Vitamin harus selalu minum karena perusahaanku nggak meliburkan karyawannya. Beban pekerjaan makin berat, jadi aku hanya bisa berusaha agar tubuh nggak tumbang. Persediaan makanan aku stok untuk seminggu sekali. Agar mengurangi aktivitas keluar rumah juga. Hal semacam ini sih yang bikin pengelolaan keuangan sedikit kacau.

Jadi, saat ada tawaran dari teman untuk melakukan project, rasanya nggak ingin berpikir untuk kedua kali. Langsung ambiill. Padahal yaa sedikit merepotkan juga. Sudah terlanjur diambil, tentu harus diselesaikan dong ya? Profesionalitas harus tetap dijaga.