Lewati ke konten utama
Pertanyaan
Money
Girl We Can
Moderator
Membuat pertanyaan baru saja

Bagaiman kamu menggunakan gaji bulanan kamu? (Bisa diberikan contoh presentasi misalnya untuk daily, transport dan tabungan berapa persen).

Punya pertanyaan seputar karir, bisnis, jurusan kuliah, tips merawat diri, dan problema kehidupan lainnya, Beb? Lemparkan pertanyaanmu di sini, dan mungkin pertanyaanmu akan dijawab oleh para perempuan hebat lainnya yang punya pengalaman serupa!

Tini Agustin
Event Creator & Marcom

Pada saat mulai dealing kerja, biasanya aku udah mulai menghitung apa-apa saja yang memang harus dikeluarkan biaya setiap bulannya. Jangan sampai sebelum akhir bulan kita udah gigit jari, cari pinjeman sana sini. Waduh bahaya ini.... 

Biasanya aku suka bikin post-post kayak begini :

  1. Kebutuhan rumah tangga 65%

           Di post ini aku alokasiin lebih utama karena mencakup beberapa hal, seperti misalnya : uang kontrakan rumah, uang saku anak-anak, listrik, internet, belanja bulanan sabun, shampoo, sabun cuci piring dan baju, pasta gigi, cicilan hehe...

Untuk makanan di rumah aku bikin mingguan karena ini kan lebih ke bahan makanan yang takutnya ga bisa bertahan lama, jadinya malah busuk.

         2. Untuk transport 20%

kebetulan kalo aku kemana-mana pake motor karena lebih irit aja, dan ga boros bensin banget kalo lagi macet.

        3. Uang saku sama tabungan dan Happy weekend  5% 

Ini kenapa lebih kecil terutama untuk tabungan, karena untuk tabungan sumber yang paling utama bukan dari gaji hehhe, tapi dari side job aku dan event yang lain. Dan untuk sehari-hari, aku memang mengurangi jajan diluar nih, lebih sering bawa bekal dari rumah termasuk juga suamiku. Pengiritan yang hakiki hahaha... selain itu lebih terjamin aja, karena kita yang olah sendiri makanannya. Nah, baru diakhir minggu kita selalu ada waktu buat makan diluar atau nonton bareng-bareng sama keluarga. 

Meilisa Meii
Urban Farmer Wannabe

Nah iya, bikin budget presentasi income bulanan emang perlu dilakuin banget di awal bulan. Tujuannya apa? Ya biar ga kelimpungan saat menjelang akhir bulan karena tiba-tiba duitnya udah tipis banget. Pernah denger jurus 40-30-20-10? Ini bisa banget dicoba

1. Alokasikan 40% untuk biaya hidup dan pengeluaran rutin

Kebutuhan tersebut berupa biaya makan sehari-hari, pulsa, internet, transportasi dan sebagainya. 

2. Alokasikan 30% untuk cicilan dan tagihan

Nah kalau yang ini sebenarnya tergantung masing-masing orang. Kan kebutuhan dan kondisi tiap orang beda-beda ya kak. Misal untuk yg single mungkin bisa, tapi kalau untuk yg berkeluarga mungkin bisa ngurangin cicilan untuk kebutuhan sekunder dan tersier lalu mengalihkannya ke biaya hidup pokok. Oh iya, alokasi ini juga mencakup tagihan air dan listrik ya kak.

3. Alokasikan 20% untuk tabungan dan simpanan

Kamu bisa membaginya ke dalam beberapa pos lagi misalnya untuk tabungan, asuransi, dana darurat maupun investasi kak. Pasti udah sering denger kan wejangan2 tentang pentingnya menabung? Nah tapi inget, ini harus disiplin dan ga gampang tergoda buat ambil lagi dan nebus keinginan2 yg ga butuh2 banget kak.

4. Alokasikan 10% untuk melakukan kebaikan

Alokasi yang disisihkan untuk kebaikan maksudnya adalah pengeluaran yang digunakan untuk beramal, sedekah, donasi maupun berzakat. Memberikan sebagian dari pendapatan kita kepada orang tua juga termasuk kebaikan. Ingat manusia kan makhluk sosial, jadi ya wajib berbuat kebaikan :))

Kalau aku sih mengatur keuangan itu nggak ada yang saklek. Maksudku setiap bulan bisa beda-beda presentase nya karena kadang tuh aku punya wishlist dari bulan lalu yang kepengen aku beli di bulan ini. Tapi biasanya aku udah ngatur presentase keuangannya dari sebelum gajian sih 

Kalau aku yang pertamakali aku lakuin pas pertama kali gajian adalah sisihkan untuk nabung dan dana darurat itu penting banget. Kalau aku nabung dan investasi sekitar 20% terus dana daruratnya 10%. 

Habis itu aku sisihkan lagi nih untuk tabungan jangka pendek misalnya aku akhir tahun atau tahun depan pengen nonton konser atau beli hp baru nah aku sisihkan dari tabungan yang ini. Biasanya beda-beda sih sekitar 200-350 ribu tiap bulan dan aku pisahin rekeningnya. 

Nah kalau udah kan nyisa tuh.. aku pakai untuk kebutuhanku sehari-hari. Itu termasuk paket data, hiburan, skincare, baju baru kalau butuh atau sepatu, makan, nongkrong, beli netflix ya pokonya untuk kebutuhanku lah. 

Nah karena aku sekarang masih tinggal sama orang tua jadinya kan aku nggak usah bayar kost. Terus aku juga kalau kemana-mana suka bawa bekal dari rumah biar irit dan nggak jajan sembarangan juga sih. 

Pokoknya tuh kalau gajian utamakan yang penting dulu nabung dan investasi. Apa yang wajib dibayar ya bayar dulu. Kalau punya kartu kredit bayar dulu tagihannya. Makanya aku sebisa mungkin jangan pakai kartu kredit soalnya itu kartu jahat wkwk 

jangan lupa sedekah juga yaaa ><

Well, kalau ngomongin masalah gaji pastinya kita agak sensitif ya. Haha, soalnya inget kalau hari ini gajian besok udah terasa berat banget. Tapi hal itu gak bakal kejadian kalau kamu punya siasat yang jitu buat mengelola gaji bulanan. Kalau aku lebih cenderung gunain uang gaji buat hal-hal yang penting aja. Kadang emang kita dibuat dilema kalau disuruh menentukan mau pilih menabung atau beli barang yang diinginkan. Tapi hidup itu pilihan bukan? Jadi, kamu harus memilih yang jadi prioritas untukmu.

Saat aku pengen beli barang tertentu, biasanya aku bakal memposisikan diri antara dua pilihan. Antara uang atau barang. Aku menganggap kalau di tangan ada barang yang aku pengen dan di sisi lain uang. Kadang sayang aja gitu kalau ngabisin uang buat barang-barang yang sebenarnya cuma keinginan sesaat. Akhirnya nyesel deh. Jadi, kalau kamu habis gajian tiba-tiba lewat pusat perbelanjaan atau mall dan pengen sesuatu sebaiknya alihkan dulu perhatian selama 15 menit.

Tapi kalau kamu pengen seimbang antara pengeluaran sama pemasukan ya sebaiknya bagi ke dalam persentase. Kalau aku biasanya pakai persentase 30% buat nabung, 40% buat investasi dan 30% sisanya buat kebutuhan selama satu bulan itu. Kalau buat kebutuhan kurang gimana? Nah, ya harus cari pemasukan tambahan, jangan sampai mengurangi persentase dari investasi atau tabungan. Biasanya tuh aku bakaln cari tambahan kerjaan lain biar kekurangannya itu ketutup.

Rizka Fauzia Ohorella
Analis QA/QC & side job seeker

Seminggu sebelum gajian biasanya aku rinci kebutuhan apa yang harus aku keluarkan untuk satu bulan ke depan. Rinciannya biasanya seperti ini:

1.  Alokasi Kebutuhan Rumah Tangga

Kebutuhan rumah tangga yang aku masukkan ke pos ini adalah bayar kosan, beli token listrik serta sabun, odol, dan lain-lain. Kebutuhan sabun, odol, dan sebagainya relatif sih, terkadang aku beli sabun cuci piring yang ukuran besar sehingga bisa digunakan selama 2 bulan. Jadi pada bulan berikutnya aku bisa menggunakan uang belanja tersebut untuk membeli kebutuhan yang lainnya. Pulsa hp dan internet masuk anggaran ini juga sih ya. Kalo aku itung-itung, pengeluaran ini bisa mencapai 25%.

2.  Alokasi Dana Darurat dan Tabungan

Dana darurat dan tabungan termasuk yang selalu aku usahakan sisihkan dari awal. Aku membiasakan diri untuk mengalokasikan dana darurat dan tabungan minimal sebesar 20%. Jika pada bulan tersebut aku tidak memiliki banyak rencana pengeluaran, maka alokasi di pos ini bisa mencapai 25%.

3.  Alokasi Zakat Profesi

Sebagai seorang muslim, mengeluarkan zakat profesi merupakan suatu keharusan. Aku mungkin bukan seorang muslim yang baik, tapi aku mencoba menjalankan perintah ini dengan hati ikhlas dengan pikiran untuk berbagi ke sesama. Zakat profesi yang diwajibkan adalah 2,5% dari pendapatan yang kita terima setiap bulannya. Namun, biasanya aku mengeluarkan zakat profesi sekitar 3%.

Hal-hal diatas adalah pengeluaran yang pasti aku keluarkan sesaat setelah menerima gaji. Selebihnya biasanya aku gunakan untuk kirim ke orangtua dan adik, sisanya aku gunakan untuk makan setiap hari dan sesekali pergi jalan-jalan.

Wah kebetulan banget nih kemarin saya tuh baru gajian, memang tiap kali menerima gaji, saya langsung mengalokasikan gaji ke beberapa pos-pos rutin yang saya buat setiap bulannya.

Nah kalo dari saya pribadi, pembagian pos-pos ini sebenarnya tergantung kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing orang, tidak ada standar bakunya, kayak saya pribadi nih, untuk saat ini tidak ada angsuran pinjaman apapun yang saya lakukan, jadi tidak ada porsi pembayaran cicilan dan lainnya.

Pembagian alokasi versi saya tuh seperti ini:

1. 40% untuk Tabungan dan Investasi

Saya pribadi orang yang menuntut untuk terlebih dahulu menyisihkan sejumlah nominal untuk ditabung dan diinvestasikan secara rutin setiap bulannya sebelum uang tersebut dilakukan buat spending dan lainnya. Perlakuannya sih ga harus 20% tabungan, 20% investasi, bisa ditaruh di tabungan dulu, dan diinvestasi setelah beberapa bulan misalnya uangnya udah cukup untuk diinvestasikan dalam bentuk tertentu, namun tetap harus ada porsi tabungan juga yang lebih likuid sifatnya.

2. 40% untuk Biaya Hidup

Biaya hidup disini juga sudah termasuk transportasi ngantor dan biaya rutin untuk hidup selama sebulan, mulai dari makan dll. Kebetulan saat ini saya juga belum menikah

3. 5% untuk Budget Sosial

Budget sosial disini maksudnya terkait Infaq, sedekah dan lainnya.

4. 15% untuk Hiburan dan lainnya

Sisa dari gaji ini yang baru saya pakai untuk memenuhi kebutuhan akan hiburan, gaya hidup, ya memang harus menjadi pos alokasi 'sisa' agar terbiasa menyesuaikan gaya hidup hanya dengan sisa budget yang ada.

Secara garis besar, itu pembagian alokasi keuangan saya setiap bulannya. Selain kerja full time pagi sampe sore, saya juga terkadang jadi freelance, nah penghasilan dari freelance ini yang sebenarnya tergantung pemanfaatannya, tidak di alokasikan tertentu setiap bulannya. Lebih ke dana jaga-jaga aja barangkali ada pos diatas yang butuh suntikan dana lebih.

Mungkin itu sih kalo dari versi saya dalam mengelola keuangan tiap bulannya.

buat membagi gaji ini sebenernya ada banyak banget cara, nggak ada metode khususnya. tapi kalau aku sih:

60% buat daily life. yang termasuk daily life apa aja? ya makan sehari-hari, kebutuhan rumah (you know, kayak shampoo, sabun cuci piring, dll), transportasi, cicilan utang, ngasih ke orang tua, ngasih ke adik, bayar listrik, bayar air, semuanya yang sifatnya pengeluaran rutin. aku spare paling gede 60% karena emang porsinya segitu. nah dari 60% itu, biasanya aku bagi-bagi lagi. aku budget seminggu aku pegang uang berapa, berarti sehari aku bisa habisin berapa, seperti ituuu. nanti seminggu sekali ke ATM (setiap senin). kalau nggak senin, sebisa mungkin nggak ke ATM. ini tips hemat dari aku ;)

5% buat sosial. ngisi kotak amal di masjid, atau kalau mau gampangnya, langsung transfer ke baznas. cuman pernah denger sih kalau mau ngasih uang sosial, lebih baik ke orang-orang terdekat dulu aja. kayak pengamen di rumah makan atau pengemis di depan kantor, misalkan. misalkan aja lho ya~

20% buat shopping. shopping di sini dalam artian, budget hiburan. kayak misalkan ada temen yang nikah, mau nonton, mau jalan-jalan, belanja baju, belanja sepatu, semuanya aku ambil dari sini. kalau mau nabung buat beli tas misalkan, ya budgetnya dari sini pokoknya.

15% untuk tabungan dan investasi. aku juga masih belajar sih ini. tapi intinya sekarang lagi ngumpulin dana darurat dan juga investasi di reksadana. hehehe semangat berinvestasi wahai para millennials!